Pergerakan pasar kripto dalam 24 jam terakhir menunjukkan tekanan jual yang cukup dominan, dengan aset kripto utama seperti bitcoin (BTC) melemah akibat aksi ambil untung dan sentimen kehati-hatian pelaku pasar global. Hanya beberapa aset yang mampu bertahan di zona hijau dari jajaran kapitalisasi pasar terbesar, sedangkan Bitcoin dan Ethereum masih dalam fase koreksi moderat. Menurut data dari coinmarkecap.com, pada Kamis (8/1/2026), harga Bitcoin berada di level USD 91.255,30, mengalami pelemahan sebesar 2,44% dalam 24 jam terakhir. Sementara Ethereum turun 3,74% menjadi USD 3.166,75 di tengah minimnya sentimen positif dari sektor DeFi dan NFT.
Stablecoin seperti Tether tetap relatif stabil di USD 0,9991, turun tipis 0,04%, yang menjadi pilihan aset lindung nilai jangka pendek bagi trader saat volatilitas pasar meningkat. Aset lain seperti XRP mengalami penurunan paling dalam dalam kelompok ini, turun 5,55% ke level USD 2,17, sementara BNB turun 2,06% menjadi USD 899,42. Solana mengalami pelemahan 3,09% menjadi USD 136,59, sementara USDC naik tipis 0,01% ke USD 0,9998. Sebaliknya, TRX memperlihatkan kenaikan 1,34% menjadi USD 0,2978, sementara Dogecoin turun 2,45% ke USD 0,1466 dan ADA melemah 4,04% menjadi USD 0,4031.
Bitcoin Cash dan LINK mengalami koreksi, dengan BCH turun 1,23% ke USD 630,88 dan LINK turun 4,06% menjadi USD 13,43. Sementara LEO menguat 2,12% menjadi USD 9,14, menunjukkan adanya permintaan yang kuat di tengah tekanan pasar. Monero turun tipis 0,92% menjadi USD 437,30. Keputusan investasi terletak pada pembaca untuk mempelajari dan menganalisis sebelum membeli dan menjual kripto, dengan Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian dari keputusan investasi tersebut.


