Tahun 2025 dipenuhi dengan prediksi bullish bitcoin (BTC) yang ternyata hampir semuanya meleset. Pada akhir tahun 2025, harga bitcoin berada di posisi USD 87.000 atau sekitar Rp 1,4 miliar. Angka ini jauh di bawah harapan dari beberapa tokoh terkemuka seperti Robert Kiyosaki yang memperkirakan USD 250.000, Tom Lee yang juga memprediksi USD 250.000, Chamat Palihapitiya dengan target USD 500.000 pada Oktober 2025, Tim Draper yang memperkirakan USD 250.000, Eric Trump dengan prediksi USD 175.000, dan Michael Saylor dengan target USD 150.000.
Awal tahun 2025, bitcoin memulai dengan kuat dengan harga melonjak hingga USD 102.000, namun kemudian terjadi fluktuasi harga antara USD 98.000 dan USD 104.000 selama dua bulan berikutnya. Pada akhir Februari, harga bitcoin turun menjadi USD 80.000 dan terus meluncur hingga mencapai USD 76.000 pada bulan April. Semester kedua tahun 2025 menunjukkan pemulihan yang lambat, mencapai puncaknya di angka USD 126.000 pada awal Oktober sebelum mengalami penurunan tajam pada 10 Oktober yang menghapus keuntungan dua digit.
Di kuartal terakhir tahun 2025, bitcoin diperdagangkan antara USD 86.000 dan USD 94.000, menutup tahun di bawah target prediksi dari para analis. CEO ARK Invest, Cathie Wood optimis bahwa pasar mungkin meremehkan potensi tahun 2026. Wood berpendapat bahwa meskipun tahun 2025 penuh tantangan seperti guncangan tarif, penutupan pemerintah, dan kebijakan agresif dari Federal Reserve, harga aset telah menunjukkan ketahanan yang tak terduga. Ia meyakini bahwa ini bisa menjadi awal dari “tahun Goldilocks” yang ditandai dengan pertumbuhan yang positif dan inflasi yang menurun. Wood mengungkapkan harapannya untuk tahun 2026 yang akan datang dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan inflasi yang lebih rendah dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


