Keputusan pemerintah China untuk menaikkan pajak pada alat kontrasepsi menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Meskipun tujuannya adalah untuk mendorong peningkatan angka kelahiran, banyak kritik dan ejekan muncul di media sosial terkait kebijakan ini. Warganet menilai bahwa menaikkan harga kondom tidak akan menyelesaikan masalah pokok rendahnya angka kelahiran.
Beberapa orang menunjukkan bahwa masyarakat dapat membedakan antara harga kondom dan biaya membesarkan anak. Mereka bahkan bercanda dengan membeli persediaan kondom “seumur hidup” sebelum harga naik. Namun, ada juga pendapat lain yang merasa bahwa kenaikan harga kondom akan berdampak pada perilaku masyarakat, meskipun biaya tambahan yang dikenakan dinilai tidak signifikan oleh sebagian orang.
Berbagai kekhawatiran muncul dari kelompok lain terkait kebijakan ini. Ada yang khawatir bahwa peningkatan harga kondom berisiko memicu kehamilan tidak direncanakan, terutama di kalangan mahasiswa dan masyarakat berpenghasilan rendah. Ketika kebutuhan dasar menjadi lebih mahal, sebagian orang mungkin memilih untuk mengambil risiko yang tidak diinginkan. Semua tanggapan dan kekhawatiran tersebut mencerminkan kompleksitas dampak dari kebijakan pajak kondom yang diterapkan.


