Program pelayaran perintis dan PSO yang dicanangkan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas di wilayah 3TP. Tujuan dari program ini antara lain adalah untuk menekan disparitas harga, menjamin ketersediaan barang pokok dan barang penting, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi PSO untuk angkutan laut penumpang kelas ekonomi guna memastikan masyarakat dapat menikmati layanan transportasi dengan tarif terjangkau tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
“Pemerintah hadir melalui skema PSO untuk memastikan masyarakat di seluruh pelosok tanah air mendapatkan layanan angkutan laut yang aman, selamat, dan terjangkau,” ucap Lollan, perwakilan pemerintah terkait. Penandatanganan perjanjian program tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk mencegah kekosongan layanan transportasi, terutama dalam mendukung kegiatan mobilitas masyarakat selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, distribusi barang pokok ke wilayah 3TP, serta pengiriman ternak ke daerah sentra konsumsi.
“Dengan penandatanganan terpadu ini, kami memastikan tidak ada kekosongan pelayanan. Transportasi laut harus terus berjalan demi kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional,” tegasnya. Lollan juga mengingatkan seluruh operator pelaksana untuk menjalankan tugas mereka dengan profesional, efektif, dan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran.


