Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengonfirmasi bahwa Bibit Siklon Tropis 96S kini telah berkembang menjadi Siklon Tropis Hayley. Siklon ini kini berada di Samudra Hindia selatan Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. BMKG memperkirakan bahwa Siklon Tropis Hayley akan menguat menjadi kategori 2 dan bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia menuju perairan barat Australia dalam 24 jam ke depan. Dampak dari siklon ini, seperti hujan sedang hingga lebat dan angin kencang, berpotensi terjadi di wilayah Bali, NTB, dan NTT dalam rentang waktu yang sama.
Selain itu, BMKG juga menyoroti dinamika atmosfer lain yang terjadi. Hasil analisis menunjukkan bahwa El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada pada kategori negatif, dan tidak adanya aliran Samudra Hindia timur Afrika ke wilayah Indonesia bagian barat. Curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia diperkirakan berada pada kriteria rendah-menengah. Model filter spasial Madden-Julian Oscillation (MJO) juga menunjukkan aktivitas hujan di wilayah Laut Andaman, Samudra Hindia barat Aceh, perairan utara Sabang, Selat Malaka, Laut Natuna, dan Sumatra Utara bagian utara.
Kombinasi antara MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator juga berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG memberikan peringatan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak dari Siklon Tropis Hayley serta memantau perkembangan informasi terkait dinamika atmosfer yang sedang berlangsung.


