Monday, February 9, 2026
HomeEkonomiLabubu Tergerus, Saham Rontok: Pemilik Boneka Rugi Rp 189,62T

Labubu Tergerus, Saham Rontok: Pemilik Boneka Rugi Rp 189,62T

Pada bulan Agustus, Labubu mencapai puncak popularitas global dan membuat produsen mainan asal China, Wang Ning, menjadi lebih kaya daripada pendiri Alibaba, Jack Ma. Namun, situasinya berubah pada akhir 2025 ketika analis mulai meragukan popularitas Labubu di masa depan. Menurut forbesmiddleast.com, Wang Ning kehilangan sebagian besar kekayaannya yang mencapai USD 27,5 miliar hingga tinggal USD 16,2 miliar. Saham perusahaan Wang, Pop Mart International Group, turun sekitar 40% dari puncaknya dan membuat Jack Ma kembali menjadi salah satu orang terkaya di China.

Situasi ini menjadi tantangan bagi Pop Mart di tengah proyeksi pendapatan yang lebih rendah pada tahun yang akan datang. Meskipun pendapatan kemungkinan hanya tumbuh 30% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, beberapa faktor seperti melemahnya permintaan di China dan pertumbuhan pasar luar negeri yang lambat turut berkontribusi. Harga Labubu turun di pasar sekunder, seperti di platform penjualan kembali Dewu di China, di mana harga Labubu seri terbaru turun sekitar 30% sejak rilisnya.

Meskipun harga jual kembali Labubu masih lebih tinggi dari harga resmi, namun beberapa kolektor berhenti membeli karena menginginkan keuntungan lebih besar melalui penjualan kembali produk yang mereka kumpulkan secara online. Tantangan ini menjadi gambaran bagi Pop Mart mengenai perubahan tren pasar yang harus mereka hadapi dalam menjaga posisi dan popularitas Labubu di masa depan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler