Kontak pertama dengan makhluk luar angkasa atau alien telah lama menjadi bahan fantasi dalam film-film Hollywood. Namun, sebuah makalah terbaru menyarankan bahwa gambaran ini mungkin tidak sesuai dengan kenyataan. Menurut ilmuwan, jika kontak pertama benar-benar terjadi, kemungkinan besar akan datang melalui sinyal pengamatan yang lebih sunyi dan tidak dramatis.
David Kipping, seorang peneliti ruang angkasa terkenal, akan segera menerbitkan artikel terbarunya yang berjudul “The Eschatian Hypothesis” dalam jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. Dalam artikel ini, Kipping menjelaskan bahwa deteksi awal suatu objek astrofisika tidak selalu mencerminkan kategori yang lebih luas karena bias dalam metode deteksi.
Sejarah astronomi terutama dalam deteksi exoplanet juga menunjukkan fenomena serupa. Hanya beberapa exoplanet dari ribuan yang ditemukan hingga saat ini yang mengorbit pulsar. Kipping memperluas fenomena ini ke kontak pertama dengan kecerdasan extraterrestrial, dengan mengusulkan Hipotesis Eschatian.
Menurut Hipotesis Eschatian, sinyal-sinyal teknologi yang keras dari peradaban alien dapat menjadi contoh yang tidak biasa, yang berada dalam fase transisi, tidak stabil, atau bahkan terminal. Dengan demikian, survei bidang luas dengan frekuensi tinggi mungkin merupakan metode terbaik untuk mendeteksi peradaban yang sangat terang dan berumur pendek.
Meskipun imajinasi kita tentang kontak pertama dengan alien cenderung mendramatisasi kisahnya, kenyataannya bisa jauh lebih tenang dan kurang spektakuler. Kemungkinan besar, sinyal pertama dari peradaban lain di alam semesta akan jauh dari apa yang selama ini kita bayangkan dari film-film fiksi ilmiah Hollywood.


