Drama di balik kerajaan bisnis miliarder Polandia Zygmunt Solorz Zak mencapai puncaknya ketika Pengadilan di Liechtenstein mengeluarkan putusan “final dan mengikat” yang memihak kepada anak-anak Solorz Zak. Kisah ini mencerminkan perjuangan kekuasaan yang mirip dengan serial sukses HBO, Succession. Zygmunt Solorz Zak, pendiri jaringan televisi swasta Polsat di Polandia, telah membangun kekayaannya selama lebih dari 30 tahun, dengan bisnisnya yang meliputi sektor media, telekomunikasi, dan energi.
Namun, sengketa ini muncul ketika tiga anaknya, Tobias Solorz, Aleksandra Zak, dan Piotr Zak, mengklaim bahwa ayah mereka telah memberikan kendali bisnis kepada mereka pada Agustus 2024. Namun, Solorz Zak membantah klaim tersebut dan menuduh anak-anaknya melakukan tipu daya. Mereka menyalahkan istri keempat Solorz Zak, Justyna Kulka, yang lebih muda 18 tahun, atas manipulasi terhadap sang ayah untuk merebut kendali bisnis.
Pengadilan Liechtenstein telah menolak banding yang diajukan oleh Solorz Zak terhadap putusan sebelumnya pada Mei 2025, memastikan bahwa pengalihan kendali bisnis kepada anak-anaknya adalah sah secara hukum. Putusan ini dianggap final dan mengikat, dan sehubungan dengan itu, perusahaan media Polsat, Cyfrowy Polsat, langsung menunjuk Piotr Zak sebagai Presiden Dewan Direksi menggantikan pejabat sebelumnya, serta menempatkannya sebagai Presiden Dewan Direksi Polsat Television.


