Dalam upaya mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan, Wakil Menteri Pertanian dan Komisaris Utama Pupuk Indonesia, Sudaryono, mengungkapkan bahwa proyek pembangunan pabrik NPK Nitrat sangat penting. Pabrik ini tidak hanya sesuai dengan visi pemerintah, namun juga dengan Perpres Nomor 113 Tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan efisiensi industri pupuk secara berkelanjutan. Sudaryono menegaskan bahwa perencanaan pembangunan pabrik ini telah dilakukan secara matang sejak dua tahun lalu, melalui studi kelayakan, analisis pasar, dan perencanaan mendalam.
Setyanto Hantoro dari PT Danantara Asset Management (Persero) juga turut memberikan dukungan atas pembangunan pabrik NPK Nitrat ini. Menurutnya, proyek ini menandai komitmen Pupuk Indonesia Group dalam mendukung program revitalisasi industri pupuk untuk mencapai swasembada pangan. Dengan adanya pabrik baru dan peningkatan kapasitas produksi, diharapkan tidak hanya produktivitasnya meningkat, tetapi juga efisiensi produksi dapat ditingkatkan untuk mengurangi biaya produksi. Hal ini diharapkan mampu memberikan keuntungan yang besar bagi petani di seluruh Indonesia.
Pupuk Indonesia telah menegaskan kesiapannya untuk menjalankan agenda revitalisasi industri pupuk sesuai dengan Perpres Nomor 113 Tahun 2025. Langkah tersebut dilakukan dengan meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi secara berkelanjutan melalui berbagai proyek seperti revamping Ammonia PKT 2, Proyek Pusri 3B, serta pengembangan pabrik NPK di berbagai daerah. Semua upaya ini dilakukan untuk menjaga keterjangkauan pupuk nasional dan mendukung pertanian di Indonesia secara keseluruhan.


