Peneliti menemukan bayi hiu paus yang baru lahir di Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengungkapkan wilayah tersebut sebagai lokasi melahirkan dan merawat bayi paus, yang selama ini menjadi misteri. Temuan ini diumumkan dalam jurnal Diversity, membuka potensi Teluk Saleh sebagai tempat melahirkan hiu paus. Ini menjadi penanda yang signifikan dalam biologi laut, menurut Mochamad Iqbal Herwata Putra, Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia.
Hiu paus, Rhincodon typus, merupakan ikan terbesar di dunia, dengan fase awal kehidupannya masih menjadi misteri. Belum ada tempat melahirkan hiu paus yang terkonfirmasi secara ilmiah. Namun, di Teluk Saleh, nelayan melaporkan sering melihat kemunculan bayi hiu paus berukuran 1,2-1,5 meter, menandakan Teluk Saleh memiliki peran penting dalam siklus hidup hiu paus.
Edy Setyawan, Lead Conservation Scientist di Elasmobranch Institute Indonesia, menilai temuan ini sebagai kemajuan signifikan dalam penelitian hiu paus global. Meskipun demikian, Teluk Saleh belum benar-benar dikonfirmasi sebagai lokasi kelahiran hiu paus, butuh bukti lebih lanjut untuk memastikannya. Konservasi Indonesia bersama pemerintah tengah bekerja untuk membentuk Marine Protected Area (MPA) berbasis hiu paus pertama di Teluk Saleh.
Potensi pentingnya Teluk Saleh menegaskan perlunya perlindungan resmi sebagai langkah untuk melindungi kehidupan hiu paus. Namun, kehadiran bayi hiu paus di Teluk Saleh juga menghadapi risiko nyata, seperti jerat jaring nelayan dan penurunan kualitas air. Konservasi Indonesia berencana untuk melakukan pemantauan lebih lanjut untuk memastikan keberadaan hiu paus ini sebagai kejadian reguler dan untuk memperkuat konservasi komunitas.


