Peneliti berhasil menemukan situs megalitik terbaru di Gunung Tangkil, Sukabumi, Jawa Barat. Tim arkeologi BRIN, Museum Prabu Siliwangi, dan teknologi LiDAR berkontribusi dalam penemuan ini. Penelitian dimulai setelah penemuan fragmen patung batu oleh peneliti BRIN Zubair Mas’ud di lereng Gunung Tangkil. Daerah tersebut penuh hutan lebat dan jarang dieksplorasi, yang diyakini menyimpan jejak peradaban kuno.
Analisis awal menunjukkan bahwa komposisi batu artefak serupa dengan benda-benda megalitik di Museum Prabu Siliwangi. Kesamaan komposisi dan karakteristik batu di seminar arkeologi pada Juli 2025 menyatakan bahwa fragmen mungkin berasal dari tradisi budaya yang sama. Meskipun belum ditetapkan sebagai situs budaya, penemuan di sekitarnya seperti menhir di Desa Tugu dan fragmen batu di Gunung Karang memperkuat asumsi bahwa Gunung Tangkil terhubung dengan jaringan megalitik di Jawa Barat.
Teknologi LiDAR digunakan untuk survei canggih di Gunung Tangkil, mengungkap empat klaster teras utama. Selain struktur batu, penemuan ratusan fragmen keramik dari abad ke-10 hingga ke-20 menunjukkan adanya interaksi ekonomi di wilayah tersebut. Meskipun penelitian menghadapi hambatan lingkungan dan regulasi, peneliti merekomendasikan Gunung Tangkil sebagai situs warisan budaya dengan akses terbatas. Masyarakat lokal juga menjaga tradisi hidup dan ritual leluhur di kawasan tersebut. Dengan bukti yang semakin kokoh, para peneliti mendorong pemerintah untuk memberikan perlindungan resmi guna menjadikan Gunung Tangkil sebagai situs megalitik yang signifikan di Indonesia.


