Pemerintah tengah membuka peluang bagi program cetak sawah guna mendukung pemulihan lahan pertanian di wilayah terdampak bencana di Sumatera. Menurut Direktur Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan, Tri Budhianto, anggaran untuk cetak sawah dan optimalisasi lahan telah tersedia setiap tahun dalam APBN. Tri menjelaskan bahwa anggaran tersebut memang ada setiap tahun dengan lokasi yang mungkin berbeda-beda, namun yang menjadi perbedaan hanya lokasi atau fokus pelaksanaan program tersebut.
Dalam sebuah acara Kunjungan Kerja PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) dan Kementerian Keuangan ke Karawang, Tri menyatakan bahwa jika pemulihan lahan pertanian pasca bencana menjadi prioritas, program cetak sawah yang telah dianggarkan dapat difokuskan ke wilayah terdampak tanpa harus menunggu penyediaan anggaran baru. Hal ini juga dapat memungkinkan kementerian pertanian untuk memfokuskan upaya pemulihan lahan di wilayah bencana terlebih dahulu dengan anggaran yang telah ada.
Dengan demikian, pemanfaatan seluruh anggaran yang tersedia untuk cetak sawah dapat dimaksimalkan guna mendukung pemulihan lahan pertanian. Ini merupakan langkah yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pertanian di wilayah terdampak bencana di Sumatera.


