Akibat banjir dahsyat yang melanda wilayah Aceh sejak 28 November 2025, sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) di Aceh mengalami kerusakan yang sangat memprihatinkan. Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam kunjungannya ke tujuh lapas dan rutan di Aceh, mengungkapkan kondisi yang dialami oleh Lapas Perempuan Sigli, Lapas Lhokseumawe, Lapas Lhoksukon, Lapas Langsa, Lapas Narkotika Langsa, Lapas Kuala Simpang dan Lapas Singkil. Beberapa lapas bahkan belum bisa diakses karena jalan dan jembatan menuju lokasi terputus akibat banjir. Dampak dari banjir terlihat merata dari kerusakan ringan hingga berat, dengan Lapas Kuala Simpang menjadi yang paling terdampak, masih tergenang air dan lumpur hingga saat ini. Upaya pemulihan dan koordinasi terus dilakukan untuk memastikan operasional lapas, rutan, dan lainnya tetap berjalan optimal, serta menjaga keselamatan petugas dan warga binaan.


