Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, di mana umat Islam mencapai 87,2 persen dari total penduduk, sangat membutuhkan perkembangan perbankan syariah untuk mendukung ekonomi nasional. Dengan ekosistem ekonomi syariah yang meliputi berbagai sektor seperti lembaga keuangan, pendidikan, kesehatan Islam, organisasi Islam, hingga kebutuhan produk halal dan ibadah seperti haji dan umroh, keberadaan perbankan syariah sangatlah penting.
Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki potensi besar dengan lebih dari 30.494 pesantren yang tersebar di seluruh negeri dan dihuni sekitar 4.373.694 santri. Kehadiran PT Bank Syariah Nasional (BSN) yang bertujuan menjadi mitra keuangan keluarga yang berkah dan amanah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan layanan syariah di Indonesia, terutama di lingkungan pesantren.
BSN, yang sebelumnya merupakan Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (UUS BTN), telah berperan penting selama lebih dari 20 tahun dalam menyediakan solusi pembiayaan inovatif untuk kebutuhan perumahan di Indonesia. Direktur Utama Bank Syariah Nasional (BSN) Alex Sofjan Noor menjelaskan bahwa pesantren memiliki lima peran kunci dalam menggerakkan ekonomi syariah, yaitu sebagai pusat edukasi dan literasi, penggerak UMKM syariah, penguatan inklusi keuangan syariah, pengembangan ekonomi halal, dan sebagai laboratorium ekonomi syariah.


