Harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan saham Selasa, 2 Desember 2025. Meskipun investor merealisasikan keuntungan, harapan penurunan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) memberikan dukungan fundamental menjelang data ekonomi utama AS pekan ini. Harga emas di pasar spot turun 1,5% menjadi USD 4.168,23 per ounce, sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari merosot 1,7% menjadi USD 4.203 per ounce.
Menurut Vice President and Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Granti, penurunan ini mungkin hanya aksi ambil untung sementara fokus pasar masih pada harapan penurunan suku bunga yang stabil. Dia percaya bahwa harga emas akan terus mengalami kenaikan di masa mendatang. Data terbaru menunjukkan bahwa ekonomi AS mengalami pendinginan secara bertahap, memperkuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga the Fed minggu depan.
Investor juga menantikan rilis laporan ketenagakerjaan ADP November dan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) September, yang merupakan pengukur inflasi pilihan the Fed. Suku bunga yang rendah cenderung menguntungkan emas sebagai investasi yang tidak memberikan imbal hasil. Bank-bank sentral juga terlihat membeli 53 ton emas pada Oktober, naik 36% secara bulanan, menunjukkan permintaan yang kuat.
Pergerakan harga emas 24 karat di Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi pada Rabu, 3 Desember 2025 juga menjadi sorotan. Pelaku pasar terus memantau situasi untuk menentukan langkah selanjutnya di tengah dinamika ekonomi global.


