Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tahun 2025 resmi digelar di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 22–23 November 2025. KTT G20 menjadi penutup siklus pertama presidensi G20 sejak forum tersebut dibentuk. Indonesia mengirimkan delegasi tingkat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, untuk memastikan berbagai agenda strategis Indonesia dapat terakomodasi di tingkat global.
Setelah menerima estafet presidensi dari Brasil, Afrika Selatan menggelar sejumlah rangkaian pertemuan, mulai dari tingkat working group hingga pertemuan Menteri. Pertemuan Sherpa ke-4 yang berlangsung pada 16–19 November 2025 menjadi fase penting penyelesaian draft Johannesburg Leaders’ Declaration.
Menjelang finalisasi, perhatian seluruh delegasi kini tertuju pada penyusunan akhir Johannesburg Leaders’ Declaration. Dokumen ini mencakup puluhan paragraf berisi beragam isu strategis, mulai dari penguatan ketahanan bencana, keberlanjutan utang negara berpendapatan rendah, hingga pendanaan transisi energi yang berkeadilan. Pembahasan sektor teknologi seperti tata kelola data dan perkembangan Artificial Intelligence (AI) juga menjadi sorotan. Selain itu, dinamika negosiasi menunjukkan tantangan yang signifikan, dengan mayoritas Pertemuan Tingkat Menteri hanya menghasilkan Chair’s Summary, bukan deklarasi bersama, karena adanya perbedaan posisi di antara negara-negara anggota G20.
Dengan demikian, KTT G20 2025 memberikan fokus pada berbagai permasalahan global yang harus ditangani secara bersama-sama oleh negara-negara anggota, termasuk Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan berbagai isu strategis di tingkat global.








