Sarwendah mengungkap kisah ketika kediamannya didatangi oleh debt collector terkait dengan mantan suaminya, RSO. Kejadian ini membuatnya terguncang, terutama karena ia sedang bersama anak-anaknya di rumah saat itu. Insiden dimulai ketika beberapa debt collector mendatangi rumah Sarwendah untuk menagih cicilan mobil mewah yang dikaitkan dengan mantan suaminya. Mereka mencari unit kendaraan Land Rover atau Range Rover karena adanya tunggakan cicilan utang. Kejadian traumatik ini mendorong Sarwendah untuk mengunjungi psikolog guna mendapatkan konsultasi pasca peristiwa tersebut.
Saat ditanya mengenai keputusannya untuk berkonsultasi dengan psikolog, Sarwendah dengan jujur mengakui bahwa ia mengambil langkah tersebut karena trauma yang dialaminya. Kehadiran debt collector di rumahnya tidak hanya mengejutkan tetapi juga meninggalkan dampak yang dalam. Sarwendah juga menegaskan bahwa isu sulitnya anak-anak bertemu dengan ayahnya tidak benar, dan ia meminta untuk berkoordinasi melalui WhatsApp untuk mengatur pertemuan. Meskipun dihadapkan pada isu dan tuntutan hukum, Sarwendah memilih untuk tenang dan menyerahkan urusan tersebut kepada kuasa hukumnya. Keberadaannya di ranah pribadi dipertimbangkan dengan serius, dan ia percaya pada proses hukum yang sedang berjalan.
Masalah komunikasi antara Ruben Onsu dan anak-anaknya juga menjadi sorotan di media sosial. Berbagai spekulasi muncul terkait isu ini, menyebabkan publik tertarik dengan dinamika hubungan dalam keluarga mereka. Sarwendah menegaskan bahwa ia terbuka untuk berkomunikasi dan mengoordinasikan pertemuan melalui pesan WhatsApp, menunjukkan sikapnya yang tenang dan hati yang terbuka dalam menghadapi situasi yang rumit dan menantang.


