Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam acara Kick Off Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syber Syekh Nurjati Cirebon menekankan filosofi yang melingkupi makna dan keteladanan seorang guru. Menurutnya, seorang guru tidak hanya sebagai pengajar ilmu, tetapi juga sebagai penyalur cahaya bagi jiwa manusia. Dalam pandangan Islam, guru dianggap sebagai warasatul anbiya (pewaris para nabi) yang meneruskan cahaya ilmu dan nilai kehidupan. Mengintegrasikan antara ilmu dan iman dalam dunia pendidikan sangat penting, karena pendidikan yang hanya memperhatikan aspek kognitif tanpa spiritualitas akan kehilangan arah moral.
Nasaruddin juga berbagi pengalaman pribadi tentang ayahnya yang merupakan seorang guru di sekolah rakyat, dan bagaimana pentingnya seorang guru dalam mentransformasi kesadaran dan keikhlasan. Dalam peringatan Hari Guru Nasional 2025, Kemenag menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana mencerdaskan dan memanusiakan manusia. Pesannya adalah untuk terus menyalakan obor ilmu dan iman, serta menjadikan madrasah dan sekolah sebagai rumah peradaban.
Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menambahkan bahwa peringatan Hari Guru Nasional tahun ini merupakan Teachers Day for All atau Hari Guru untuk Semua. Hal ini menekankan betapa pentingnya peran semua guru, tidak hanya guru madrasah, dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan di Indonesia, lintas iman dan lintas lembaga pendidikan. Seluruh guru di Indonesia memiliki peran yang penting dalam membangun karakter dan membentuk generasi yang berilmu, beriman, dan memiliki akhlak yang baik.


