BMKG: Siklon Tropis Mulai Aktif, Masyarakat Diimbau Waspada
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa siklon tropis di wilayah selatan Indonesia mulai aktif pada bulan November. Hal ini berpotensi memicu hujan sangat lebat serta gelombang tinggi terutama di pesisir Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi terbentuknya sistem tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia.
Dalam satu minggu ke depan, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami kondisi cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Terdapat potensi peningkatan hujan menjadi sedang hingga sangat lebat di sejumlah daerah. Hujan intensitas sedang hingga lebat perlu diwaspadai di berbagai wilayah seperti Aceh, Sumatera bagian selatan, Kepulauan Bangka Belitung, hingga Papua.
BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan otoritas terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi dan mitigasi. OMC dilakukan di wilayah sekitar DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Yogyakarta untuk mengurangi intensitas hujan ekstrem di wilayah rawan bencana. Kombinasi faktor atmosfer yang aktif dan kemunculan siklon tropis menciptakan potensi ancaman bencana hidrometeorologi seperti angin kencang dan gelombang tinggi. Oleh karena itu, BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan mengingat dampak merusak dari siklon tropis yang sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Guswanto dari BMKG menjelaskan bahwa meskipun terjadi perkembangan awal La Nina, diprediksi tidak memberikan dampak signifikan pada curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada bulan-bulan mendatang.


