Friday, December 5, 2025
HomeTeknoCuaca Ekstrem di Aceh: Penyebab dan Potensi hingga 26 Oktober

Cuaca Ekstrem di Aceh: Penyebab dan Potensi hingga 26 Oktober

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh setelah banjir melanda sejumlah kecamatan. Peringatan dini cuaca untuk wilayah Aceh pada tanggal 24 Oktober 2025 menyebutkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pukul 11:48 WIB. Wilayah yang diprediksi berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat antara lain Aceh Selatan, Aceh Barat, Simeuleu, Aceh Singkil, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Pidie, dan Nagan Raya.

BMKG memperkirakan cuaca ekstrem di Aceh masih berpotensi terjadi hingga tanggal 26 Oktober mendatang. Sebelumnya, BPBD Aceh Barat mencatat bahwa sekitar 1.003 jiwa atau 285 kepala keluarga di sejumlah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 30 centimeter. Tingginya intensitas curah hujan menjadi pemicu utama banjir di Aceh Barat, yang membuat naiknya debit air sungai seperti Krueng Meureubo dan Krueng Woyla.

Kecamatan yang terdampak banjir di Aceh Barat antara lain Kecamatan Johan Pahlawan, Kecamatan Meureubo, Kecamatan Arongan Lambalek, dan Kecamatan Bubon. Selain Aceh, sejumlah wilayah di Indonesia juga berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan selama seminggu ke depan. Meskipun demikian, cuaca panas masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah. Hingga awal pekan depan, intensitas hujan diprediksi meningkat di sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagian kecil Pulau Papua.

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan ini terkait dengan faktor dinamika atmosfer global, regional, dan lokal. Aktifnya gelombang atmosfer di beberapa wilayah Indonesia, keberadaan siklon tropis, bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik, serta faktor lokal di masing-masing wilayah dapat memicu kondisi atmosfer yang relatif labil.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler