Friday, December 5, 2025
HomeTeknoRiset Terbaru: Temuan Kandungan Mikroplastik dalam Air Hujan sejak 2022

Riset Terbaru: Temuan Kandungan Mikroplastik dalam Air Hujan sejak 2022

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menemukan kandungan partikel mikroplastik berbahaya dalam air hujan, menunjukkan bahwa polusi plastik tidak hanya mencemari tanah dan laut, tetapi juga atmosfer. Peneliti BRIN, Muhammad Reza Cordova, dalam penelitiannya di Jakarta sejak 2022, menemukan keberadaan mikroplastik dalam setiap sampel air hujan di ibu kota. Mikroplastik ini berasal dari berbagai sumber seperti serat sintetis pakaian, debu kendaraan, sisa pembakaran sampah plastik, dan degradasi plastik di udara akibat aktivitas manusia. Partikel plastik mikroskopis ini biasanya berbentuk serat sintetis dan fragmen plastik kecil dengan berbagai polimer.

Temuan menunjukkan bahwa rata-rata 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari ditemukan dalam sampel hujan di kawasan pesisir Jakarta. Menurut Reza, siklus plastik telah mencapai atmosfer, dengan mikroplastik terbang bersama debu jalanan, asap pembakaran, dan aktivitas industri, kemudian turun bersama hujan. Proses ini dikenal sebagai atmospheric microplastic deposition. Kehadiran mikroplastik berukuran sangat kecil ini menimbulkan kekhawatiran karena dapat terhirup atau masuk ke tubuh manusia melalui air dan makanan.

Plastik mengandung bahan-bahan aditif beracun yang dapat lepas ke lingkungan saat terurai menjadi partikel mikro atau nano. Partikel mikroplastik dalam udara juga dapat menyebabkan penyerapan polutan lain seperti hidrokarbon aromatik dari asap kendaraan. Reza menegaskan bahwa yang berbahaya bukan air hujan itu sendiri, melainkan partikel mikroplastik di dalamnya karena kandungan bahan kimia aditif dan kemampuannya untuk menyerap polutan lain. Temuan BRIN ini memberikan wawasan baru mengenai dampak polusi plastik yang semakin merambah ke berbagai lingkungan, termasuk atmosfer.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler