Wednesday, December 10, 2025
HomeCryptoHarga Bitcoin Stabil di Zona Merah: Penyebabnya Terungkap

Harga Bitcoin Stabil di Zona Merah: Penyebabnya Terungkap

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan setelah ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China memuncak. Data CoinMarketCap menunjukkan bahwa pada Kamis, 16 Oktober 2025, harga BTC turun 0,57% menjadi USD 111.430 atau sekitar Rp1,84 miliar dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga BTC bergerak di antara level terendah USD 107.318 dan tertinggi USD 123.535, menunjukkan volatilitas tinggi pasca “black friday” yang dipicu oleh isu perang tarif kedua negara.
Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar Rp36.629 triliun dengan volume perdagangan 24 jam terakhir turun 24% menjadi Rp 1.136 triliun. Hal ini disebabkan oleh sanksi China terhadap suku cadang buatan AS yang digunakan oleh perusahaan pelayaran Korea Selatan, memperkeruh hubungan dagang antara kedua negara. Koreksi harga kripto terus berlanjut, dengan harga Bitcoin turun 2,67% dalam 24 jam terakhir pada perdagangan Jumat, 17 Oktober 2025. Selama sepekan terakhir, harga Bitcoin mengalami penurunan sebesar 11,34%, saat ini berada di posisi USD 107.976 atau sekitar Rp 1,78 miliar.
Tekanan global akibat ketegangan AS-China juga berdampak pada pasar kripto secara keseluruhan, dengan total kapitalisasi pasar global turun drastis dari USD 3,96 triliun menjadi USD 3,75 triliun, menghapus lebih dari USD 210 miliar dalam satu hari. Meskipun altcoin utama pulih relatif cepat, harga Bitcoin masih bertahan di zona bearish. Analis dari Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, mengungkapkan bahwa investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman di tengah ketegangan geopolitik ini. Presiden AS, Donald Trump, juga telah mengonfirmasi bahwa AS sedang terlibat dalam perang dagang dengan China, dengan ancaman tarif 100% pada semua impor dari Negeri Tirai Bambu. Menurut Fachrur, selama ketegangan AS-China belum mereda, kripto akan kesulitan pulih karena aset berisiko seperti ini umumnya menguat saat kondisi global stabil.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler