Eduardus Suharto, seorang Dosen Pascasarjana dan anggota Komite Audit Perumda Paljaya, memperhatikan dampak limbah cair manusia dari komuter Bodetabek yang bekerja di Jakarta setiap hari. Menurut Survei Komuter Jabodetabek 2023, sekitar 4,41 juta orang berkontribusi pada beban limbah sekitar 423 juta liter per hari. Meskipun Jakarta memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), kapasitasnya masih jauh dari mencukupi beban yang terus bertambah.
Perumda Paljaya, sebagai perusahaan sanitasi di Jakarta, berperan penting dalam mengatasi masalah limbah ini. Mereka mengelola jaringan perpipaan dan sedang membangun instalasi pengolahan air limbah baru untuk meningkatkan kapasitas pengolahan. Selain itu, inovasi seperti biofilter dan pemanfaatan lumpur olahan untuk pupuk juga sedang dikembangkan sebagai upaya ramah lingkungan dalam mengelola limbah.
Meskipun upaya Paljaya terus berlanjut, beban limbah dari komuter terus bertambah sementara kapasitas IPAL hanya tumbuh perlahan. Inovasi dan kerja keras Paljaya menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Jakarta.







