Cuaca panas ekstrem baru-baru ini melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Namun, prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa cuaca panas ini akan mulai mereda pada Selasa sore hingga malam. Prognosis menunjukkan adanya potensi hujan yang diperkirakan akan turun ringan hingga sedang di wilayah Jabodetabek. Menurut Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, fenomena cuaca ini merupakan bagian dari masa transisi atau pancaroba, di mana pagi hingga siang hari tetap panas akibat pemanasan Matahari, namun petang harinya diguyur hujan akibat pertumbuhan awan konvektif.
Penyebab dari cuaca panas yang melanda sebagian wilayah Indonesia disebabkan oleh pergeseran Matahari ke sisi selatan Tanah Air. Posisi Matahari yang bergeser ke selatan telah menyebabkan langka pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan, membuat cuaca belakangan terasa lebih panas. Pergeseran Matahari ke sisi selatan merupakan fenomena normal yang terjadi akibat gerak semu tahunan Matahari, yang dipengaruhi oleh revolusi Bumi mengelilingi Matahari. Akibat fenomena ini, wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan, mengalami peningkatan radiasi Matahari dan minimnya pertumbuhan awan hujan, yang membuat cuaca terasa lebih panas. Luapan hujan ringan hingga sedang diharapkan dapat membawa kesegaran dan mengakhiri masa panas yang terjadi belakangan ini.







