Tragedi Ponpes Al-Khoziny: Operasi SAR 24 Jam dan Identifikasi Jenazah
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Satgas Gabungan, termasuk Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, PMI, Dinas Sosial, Pemadam Kebakaran, Dinas PU-SDA, serta relawan, terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi pasca-ambruknya Musala Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Tim SAR masih fokus pada pencarian, identifikasi jenazah, dan pendampingan keluarga korban.
Pada hari keenam setelah insiden, tercatat 167 korban, dimana 118 di antaranya sudah ditemukan, dengan 104 selamat dan 14 meninggal dunia. Di antara korban selamat, satu pulang tanpa perawatan, 11 sedang dirawat, dan 92 sudah pulang dari perawatan. Sementara itu, 49 orang masih dalam proses pencarian. Tim gabungan juga berhasil mengevakuasi sembilan jenazah dari reruntuhan bangunan.
Dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, penanganan darurat tetap difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. Tim menggunakan metode manual dan alat berat untuk membersihkan reruntuhan bangunan dan memastikan akses ke area korban aman.
Meskipun dihadapi dengan tumpukan beton yang tebal, tim gabungan terus bekerja secara profesional. Lebih dari 400 personel bekerja 24 jam dengan pola shift yang terkoordinasi untuk memastikan operasi berjalan lancar. Tantangan besar ini diatasi dengan keseriusan dan kerja sama yang baik dari seluruh tim yang terlibat.




