Sistem pengereman adalah aspek vital dalam kendaraan, namun salah satu komponen penting yang sering dilupakan adalah cairan rem. Cairan rem berperan sebagai pengantar tekanan dari pedal rem ke kaliper untuk menghentikan kendaraan. Namun, cairan rem memiliki batas masa simpan setelah botolnya dibuka karena sifat higroskopisnya yang mudah menyerap kelembapan udara. Ketika cairan rem bersentuhan dengan udara, titik didihnya menurun dan dapat menyebabkan brake fade saat pengereman.
Dilansir dari SlashGear, cairan rem yang telah terbuka bisa menyerap air hingga 2% dalam satu tahun, mempengaruhi kualitas pengereman kendaraan. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan atau membuang botol cairan rem setelah dibuka dalam waktu maksimal satu tahun. Selain itu, jenis DOT pada cairan rem juga memengaruhi kinerjanya, seperti DOT 3 yang tahan lama terhadap kelembapan namun memiliki titik didih rendah, dan DOT 4 yang memiliki titik didih lebih tinggi tetapi cepat menyerap kelembapan.
Untuk menjaga performa pengereman kendaraan, penting untuk memahami cara penyimpanan dan penggunaan cairan rem yang tepat sesuai dengan standar DOT yang sesuai dengan kebutuhan rem kendaraan Anda. Dengan demikian, keamanan berkendara akan terjaga dan risiko kegagalan rem dapat diminimalisir.


