Tuesday, February 10, 2026
HomeEkonomiSolusi BBM Hijau: Pertamina Percepat Transisi Energi dengan Etanol

Solusi BBM Hijau: Pertamina Percepat Transisi Energi dengan Etanol

Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pencampuran etanol dalam Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan praktik internasional yang berkelanjutan dan telah diterapkan di banyak negara. Langkah ini bertujuan untuk mendukung transisi energi yang berkelanjutan, mengurangi emisi karbon, serta meningkatkan kualitas udara. Etanol sendiri dihasilkan dari bahan alami seperti tebu atau jagung, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil murni. Dengan adanya campuran etanol dalam BBM, emisi gas kendaraan dapat ditekan, yang akan berdampak positif pada kualitas udara perkotaan.

Beberapa negara telah berhasil mengadopsi etanol dalam BBM. Contohnya, Amerika Serikat melalui program Renewable Fuel Standard (RFS) telah menggunakan campuran E10 hingga E85 untuk kendaraan tertentu. Brasil juga menjadi pelopor penggunaan campuran E27 berbasis tebu. Di Uni Eropa, E10 telah dijadikan standar di negara-negara seperti Prancis, Jerman, dan Inggris. Bahkan, India memiliki target untuk mencampurkan E20 pada tahun 2030 guna mendukung transportasi beremisi karbon.

Menurut Pj. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun, penggunaan etanol dalam BBM bukan merupakan hal baru, tetapi sudah menjadi praktik yang diterapkan secara luas secara global. Implementasi pencampuran etanol telah terbukti berhasil dalam mengurangi emisi gas kendaraan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil murni, serta mendukung ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan baku pertanian.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler