Defisit kalori dapat menjadi strategi efektif untuk menurunkan berat badan, namun perlu diingat bahwa melakukannya secara berlebihan atau tidak tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Beberapa risiko yang mungkin timbul akibat defisit kalori yang berlebihan adalah kehilangan massa otot, perlambatan metabolisme, kekurangan nutrisi, gangguan hormon, kelelahan dan kelemahan, gangguan mood, gangguan makan, pembentukan gallstones, penurunan fungsi kekebalan tubuh, dan efek yo-yo.
Ketika tubuh kekurangan kalori secara ekstrem, tubuh dapat mulai memecah protein otot untuk energi, menyebabkan kehilangan massa otot yang berdampak pada metabolisme dan kesulitan mempertahankan penurunan berat badan jangka panjang. Selain itu, defisit kalori yang terlalu besar dapat membuat tubuh memasuki mode “bertahan hidup” yang membuat metabolisme melambat.
Pembatasan kalori yang ketat juga dapat menyebabkan kekurangan vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya, berbagai masalah kesehatan seperti anemia, osteoporosis, dan gangguan sistem kekebalan tubuh. Disamping itu, efek samping lainnya dari defisit kalori yang ekstrem adalah gangguan hormon, kelelahan kronis, dan penurunan kinerja fisik dan mental.
Para ahli merekomendasikan melakukan defisit kalori secara moderat dan berkelanjutan, yaitu berkisar antara 500-750 kalori per hari. Ini dapat menghasilkan penurunan berat badan sekitar 0,5-1 kg per minggu. Selalu konsultasikan dengan profesional kesehatan atau ahli gizi sebelum memulai program defisit kalori, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau riwayat gangguan makan. Jadi, penting untuk diingat bahwa kesehatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam proses penurunan berat badan.


