Kisah penggali sumur di Lubang Buaya mengungkapkan detil mengerikan tentang kondisi jenazah tujuh Pahlawan Revolusi yang dibuang oleh PKI setelah Gerakan 30 September. Asmawi, salah satu penggali sumur, menyaksikan proses pengangkatan jenazah pada tanggal 4 Oktober 1965. Dia melihat jenazah Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal S. Parman, Letnan Jenderal M.T Haryono, Mayjen D.I Panjaitan, Brigjen Sutoyo, dan Kapten Pierre Tendean yang masih berselimut darah. Prosesi pengangkatan berlangsung dari pagi hingga siang, dengan para tentara memakai tangga untuk turun ke dalam sumur yang dalamnya mencapai 11-12 meter. Jenazah-jenazah yang diangkat tanpa pakaian kemudian langsung dimasukkan ke dalam mobil. Detail-detail mengerikan ini menjadi saksi bisu dari tragedi di Lubang Buaya pada masa itu.


