Morgan Stanley meyakini bahwa fasilitas penambangan Bitcoin akan memegang peranan vital dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI) di masa depan. Bank tersebut mencermati pertumbuhan transaksi data dan komputasi dalam skala besar, yang diprediksi akan meningkatkan permintaan akan komputasi pada tahun 2026 dan berpotensi membawa perubahan signifikan dalam kecerdasan Large Language Models (LLM).
Dari hasil riset terbaru, Morgan Stanley menilai bahwa para penambang Bitcoin memiliki potensi besar untuk memanfaatkan kembali aset yang dimilikinya. Para analis dari Morgan Stanley menyatakan bahwa penambang Bitcoin bisa mengubah situs penambangan mereka menjadi pusat data High-Performance Computing (HPC), yang diharapkan dapat memberikan peluang yang menjanjikan.
Data yang dirilis menunjukkan bahwa para penambang Bitcoin di Amerika Serikat saat ini menguasai sekitar 6,3 gigawatt (GW) situs operasional besar, dengan tambahan 2,5 GW yang sedang dalam tahap pembangunan dan 8,6 GW dalam tahap pengembangan. Morgan Stanley yakin bahwa situs penambangan Bitcoin memberikan kesempatan terbaik bagi pemain AI untuk beroperasi dengan risiko eksekusi yang lebih rendah, dan keyakinan ini diyakini semakin diakui oleh banyak pihak.
Dengan upaya ini, Morgan Stanley percaya bahwa integrasi antara fasilitas penambangan Bitcoin dan kecerdasan buatan (AI) akan menjadi pendorong utama bagi kemajuan teknologi di masa depan, yang dapat memberikan dampak positif yang signifikan.


