Trump Tandatangani Perintah Eksekutif, TikTok Akan Dialihkan ke Pemilik AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menandatangani perintah eksekutif yang mempercepat penjualan aset TikTok di AS kepada konsorsium mayoritas investor Amerika. Tujuannya adalah untuk mengurangi pengaruh China dalam pengelolaan data pengguna dan konten platform. Kesepakatan ini dipastikan memenuhi syarat divestasi yang sesuai dengan undang-undang larangan TikTok yang berlaku sejak Januari. ByteDance, perusahaan induk TikTok asal China, diwajibkan untuk melepas sekitar 80 persen aset TikTok di AS kepada investor non-China, jika tidak akan menghadapi pemblokiran total.
Trump mengklaim telah mendapatkan restu dari Presiden China, Xi Jinping, untuk rencana kesepakatan ini. Konsorsium investor Amerika yang akan mengambil alih TikTok AS melibatkan perusahaan seperti Oracle, Silver Lake, Dell CEO Michael Dell, dan Fox Corp milik Lachlan Murdoch. Aset yang akan dialihkan meliputi kendali atas algoritma TikTok, data pengguna, dan dua aplikasi populer lain milik ByteDance, yaitu Lemon8 dan CapCut. Oracle akan berperan dalam mengelola keamanan data dan sistem rekomendasi TikTok di bawah perusahaan baru yang berbasis di AS.
Nilai kesepakatan diperkirakan mencapai US$14 miliar dan pemerintah AS telah memperpanjang tenggat pelaksanaan undang-undang hingga Desember mendatang. Meskipun telah mendapat restu dari kedua belah pihak, kesepakatan ini masih menimbulkan kritik. Ada pertanyaan apakah algoritma TikTok akan bebas dari pengaruh politik, mengingat beberapa investor dalam konsorsium adalah sekutu politik Trump.
Trump sendiri menyatakan bahwa TikTok tetap akan netral dan terbuka bagi semua pandangan. Kesepakatan ini juga membuka jalan bagi pertemuan antara Trump dan Xi dalam KTT APEC di Korea Selatan bulan depan. Proses penyelesaian kesepakatan dilakukan dengan menyesuaikan dokumen dan persetujuan regulasi.




