Wednesday, April 22, 2026
HomeTeknoPeringatan Tsunami Yogyakarta: Megathrust M8,8 dan Ancaman BMKG

Peringatan Tsunami Yogyakarta: Megathrust M8,8 dan Ancaman BMKG

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diidentifikasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai wilayah rawan gempa bumi dan tsunami, dengan potensi gempa megathrust mencapai M8,8. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi aktivitas seismik yang dapat terjadi kapan saja. Sejak sepuluh tahun terakhir, DIY telah mencatat 114 gempa bumi dengan magnitudo di atas 5, dua di antaranya bersifat merusak, serta 44 gempa yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia (PUSGEN) 2017, DIY memiliki potensi gempa megathrust di selatan Pulau Jawa dengan magnitudo M8,8 yang berpotensi memicu tsunami besar. BMKG telah memperkuat upaya kesiapsiagaan dengan mengadakan Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami, Masyarakat Siaga Tsunami, dan program BMKG Goes To School.

Dwikorita menyoroti lokasi strategis Kabupaten Kulon Progo yang merupakan pintu gerbang wisata Yogyakarta, namun juga terletak di zona rawan bencana. Keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) sebagai satu-satunya bandara di Asia Tenggara yang dirancang khusus untuk menghadapi ancaman gempa megathrust dan tsunami, membuat Kulon Progo memiliki kesempatan untuk menjadi contoh daerah tangguh bencana.

Dengan program edukasi kebencanaan di sekolah yang telah mencapai 166 sekolah dengan lebih dari 20 ribu peserta, serta pengakuan enam desa di DIY sebagai Masyarakat Siaga Tsunami, BMKG bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Selain itu, penting untuk melaksanakan 12 Indikator Tsunami Ready yang ditetapkan oleh UNESCO-IOC untuk meminimalkan dampak bencana.

Meskipun bencana tidak dapat dicegah, dengan kesiapsiagaan yang kuat, dampaknya dapat diminimalkan untuk menjaga keselamatan dan kelangsungan pembangunan serta pariwisata. Dwikorita menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan swasta dalam membangun kesiapsiagaan yang berkelanjutan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler