Topan super Ragasa, siklon tropis terkuat tahun ini, melanda Hong Kong setelah sebelumnya melanda Taiwan. Di Taiwan, hujan deras yang disebabkan oleh bagian luar badai Ragasa menyebabkan 14 orang meninggal dan puluhan lainnya hilang. Banjir bandang juga melanda sebuah kota di Guangfu, dengan tim penyelamat dan militer dikerahkan untuk membantu korban.
Di Hong Kong, gelombang besar membanjiri kawasan pesisir dan perumahan, bahkan menenggelamkan pejalan kaki di daerah Tseung Kwan O. Sementara banjir bandang terlihat di pulau-pulau terpencil termasuk Lantau dekat bandara internasional. Diperkirakan bahwa Ragasa, membawa angin dengan kecepatan hingga 200 km/jam, akan mendekati Guangdong, China yang dihuni lebih dari 125 juta jiwa.
Otoritas Hong Kong telah mengeluarkan sinyal topan tertinggi, nomor 10, serta sinyal hujan badai Amber. Bisnis dan layanan transportasi diminta untuk ditutup sebagai tindakan antisipasi terhadap dampak topan. Situasi ini semakin memburuk dengan prediksi adanya hujan deras yang akan terus berlangsung. Semua langkah pencegahan telah disiapkan untuk menghadapi dampak buruk dari Topan Super Ragasa.


