Pada Selasa, 23 September 2025, di Jakarta, Misteri di balik kematian tragis Kepala Cabang Pembantu (Kacab) Bank BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37), mulai terungkap. Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengungkap fakta mengejutkan bahwa motif utama aksi keji para pelaku adalah adanya dana dalam jumlah fantastis di rekening dormant. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra, mengungkapkan bahwa total dana yang hendak dipindahkan para pelaku mencapai puluhan miliar rupiah, dengan perkiraan sementara antara Rp60 miliar hingga Rp70 miliar. Dana tersebut tersebar di beberapa rekening berbeda, termasuk rekening di bank pelat merah dan bank lainnya.
Meskipun nilai dana sudah teridentifikasi, polisi masih merahasiakan identitas pemilik rekening dormant dan daftar bank yang terlibat. Penyidik sedang mendalami kaitan dana besar tersebut dengan tindak pidana yang sedang mereka selidiki. Kasus ini bermula pada 20 Agustus 2025, ketika Ilham diculik saat menghadiri rapat dengan pihak Lotte Grosir di Pasar Rebo. Jasad Ilham ditemukan keesokan harinya di kondisi tragis di Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Polisi telah menangkap 15 orang yang diduga terlibat dalam kasus ini, namun seorang pelaku bernama EG masih buron. Fakta lain yang menggemparkan adalah terlibatnya dua prajurit TNI dari Detasemen Markas Kopassus, yang kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Pomdam Jaya.


