Kolaborasi KAI dan UNS: Dorong Generasi Muda Berinovasi Transportasi

Kereta api pertama kali masuk ke Indonesia pada era kolonial Belanda di pertengahan abad ke-19. Pada tahun 1867, jalur kereta api pertama dibangun di Semarang untuk menunjang transportasi hasil perkebunan. Seiring berjalannya waktu, jaringan kereta api berkembang luas ke berbagai daerah, menjadi tulang punggung transportasi barang dan penumpang. Setelah kemerdekaan, pemerintah Indonesia mengambil alih pengelolaan kereta api dan terus melakukan modernisasi. Saat ini, kereta api tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari inovasi teknologi dan pelayanan publik yang berkelanjutan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan program KAI Goes to Campus Volume 2 dengan tema “KAI dan Generasi Muda, Menginspirasi Perjalanan dan Inovasi” di Auditorium Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Program ini menampilkan manajemen KAI, Rektor UNS, dan tokoh muda inspiratif sebagai pembicara. Dalam acara tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada peran strategis KAI dalam pembangunan nasional melalui talkshow, kompetisi bisnis, penampilan musik, dan aktivitas di booth.
Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha PT KAI, Rafli Yandra, menegaskan pentingnya kontribusi generasi muda dalam transformasi KAI. Melalui KAI Goes to Campus, mereka berharap untuk membangun hubungan yang erat dengan mahasiswa dan membuka ruang kolaborasi untuk ide-ide segar mereka. KAI juga menekankan nilai keberlanjutan dan inovasi di era digital dengan teknologi seperti tiket digital, aplikasi KAI Access, dan integrasi transportasi yang memudahkan pengguna.
Selain itu, program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan tim SDM KAI, mendapatkan wawasan mengenai budaya kerja perusahaan dan nilai-nilai AKHLAK yang menjadi dasar BUMN. KAInnovation Challenge juga diadakan, menantang mahasiswa untuk menciptakan ide bisnis, layanan, produk, dan digitalisasi untuk masa depan transportasi kereta api.




