Peredaran obat bahan alam illegal yang mengandung bahan kimia obat (BKO) telah lama menjadi masalah serius di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meningkatkan upaya pencegahan dengan bermitra dengan Apoteker Praktik Herbal Indonesia (APHI) melalui pertemuan koordinasi daring. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk melindungi masyarakat dari produk OBA yang berbahaya.
Direktur Cegah Tangkal BPOM, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa, menekankan pentingnya kerjasama ini dalam membangun ekosistem perlindungan yang kuat. Maraknya kasus jamu ilegal dengan kandungan BKO menunjukkan tantangan besar dalam pengawasan. Produk jamu ilegal sering kali mengandung bahan berbahaya seperti sildenafil, tadalafil, parasetamol, dan sibutramin yang seharusnya hanya digunakan di bawah pengawasan dokter.
Pendekatan pencegahan dan deteksi dini berbasis risiko diperlukan untuk mengatasi peredaran jamu ilegal tersebut. APHI diharapkan dapat berperan dalam edukasi, pemantauan, dan sistem pencegahan secara menyeluruh. Kolaborasi dengan APHI dinilai strategis karena anggotanya tersebar di seluruh wilayah Indonesia, yang akan mendukung pengawasan produk obat dari awal hingga akhir.


