BREAKING NEWS ⚡
Home / Ekonomi / Solusi Rugi Petani Ubi Kayu Lampung: Langkah Pemerintah
Ekonomi

Solusi Rugi Petani Ubi Kayu Lampung: Langkah Pemerintah

18/09/202513:50 WIB◉ 19 views

Permasalahan ubi kayu di Lampung telah menjadi isu selama hampir setahun terakhir, dimana tanaman ini tersebar di tujuh kabupaten dengan luas lahan mendekati 500 ribu hektare. Harga jual ubi kayu yang turun hingga kisaran Rp600–700 per kilogram telah menciptakan kerugian baik bagi petani maupun industri hulu pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka. Selain itu, industri hilir seperti makanan, minuman, dan kertas cenderung lebih memilih tepung tapioka impor dari Thailand dan Vietnam. Meski jumlah impor pada 2024 meningkat menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bea Cukai, namun masih hanya sekitar 22% dari total kebutuhan nasional sebesar 1,32 juta ton.

Berdasarkan informasi tersebut, permasalahan utama bukan hanya berasal dari impor tapi juga dari faktor internal. Meskipun pemerintah pusat telah melakukan berbagai upaya sejak awal tahun 2025 melalui sejumlah kementerian, namun harga ubi kayu tetap rendah dan tidak memenuhi harapan petani dan industri hulu. Langkah-langkah yang diambil harus lebih efektif untuk menyelesaikan masalah ini demi kesejahteraan petani ubi kayu di Lampung.

Semoga solusi yang tepat dapat segera ditemukan untuk mengatasi permasalahan ini dan menjaga keberlangsungan industri ubi kayu di Indonesia.

Source link