Saturday, January 17, 2026
HomeTeknoGunung Es Rakasa Pecah: Dampak Ngerinya yang Mengkhawatirkan

Gunung Es Rakasa Pecah: Dampak Ngerinya yang Mengkhawatirkan

Gunung es raksasa A23a dilaporkan mulai hancur menjadi beberapa potongan besar, menarik perhatian ilmuwan akibat ukuran massifnya dan potensi dampaknya terhadap lingkungan laut sekitar. A23a, yang dulunya memiliki berat sekitar 1,1 triliun ton dan mencakup area seluas 3.672 kilometer persegi, sudah dipantau sejak terlepas dari lapisan es Filchner-Ronne di Antartika pada tahun 1986. Andrew Meijers, oseanografer dari British Antarctic Survey (BAS), mengungkapkan bahwa A23a mulai pecah dengan cepat, melepaskan potongan-potongan besar yang kini diklasifikasikan sebagai gunung es besar.

Ukuran gunung es A23a telah menyusut drastis menjadi sekitar 1.700 kilometer persegi, setara dengan luas wilayah Greater London. Selama lebih dari tiga dekade, A23a tertahan di dasar Laut Weddell, Antartika, sebelum akhirnya mulai bergerak pada tahun 2020 akibat mencairnya bagian bawah gunung es. Pergerakan ini memungkinkan es tersebut terlepas dari dasar laut dan terbawa arus, bahkan sempat kembali terjebak sebelum kembali bergerak dan kini terbawa oleh arus jet di sekitar wilayah South Georgia.

Akibat pecahnya A23a, gelar gunung es terbesar di dunia kini dipegang oleh D15a, sementara A23a tercatat sebagai gunung es terbesar kedua. Meijers memprediksi bahwa pembelahan A23a akan terus berlanjut dalam beberapa minggu ke depan karena peningkatan suhu air laut dan datangnya musim semi di belahan Bumi selatan. Meski pecahnya gunung es merupakan proses alami, data belum cukup untuk memastikan apakah frekuensi pembelahan ini meningkat akibat perubahan iklim.

Tim peneliti dari British Antarctic Survey (BAS) telah mengunjungi A23a untuk mengumpulkan sampel gunung es yang hancur. Mereka menyatakan bahwa penting untuk memahami dampak dari pecahan gunung es besar ini terhadap organisme di dasar laut dan perairan sekitarnya. Dengan keberadaan gunung es besar semakin umum akibat pemanasan global, analisis lebih lanjut tentang dampak ekologis dari keruntuhan gunung es tersebut diperlukan.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler