Menurut para ahli, salah satu alasan utama mengapa utang semakin meningkat adalah karena orang tua yang meminjam uang lebih banyak untuk mendukung pendidikan anak mereka, atau orang dewasa yang kembali kuliah namun mengalami kesulitan dalam menemukan pekerjaan yang sesuai dengan harapan mereka. Masalah ini menjadi semakin berat setelah pemerintahan Donald Trump memperketat aturan penagihan. Selama periode pandemi Covid-19, peminjam diberikan kelonggaran selama hampir lima tahun. Namun, mulai bulan Mei 2025, proses penagihan mulai dilakukan kembali.
Perlu diperhatikan bahwa terdapat perbedaan penting antara tunggakan pembayaran (delinquency) dan gagal bayar (default). Jika seseorang telat membayar selama lebih dari 90 hari, catatan kredit mereka akan terpengaruh, namun status gagal bayar baru akan muncul jika keterlambatan mencapai 270 hari. Untuk pinjaman swasta, batas waktunya lebih singkat, biasanya 120 hari.
Bagi mereka yang kesulitan membayar, pemerintah Amerika Serikat masih menyediakan opsi seperti skema pembayaran berbasis pendapatan (Income-Based Repayment) atau penundaan sementara pembayaran cicilan melalui forbearance. Namun, selama periode penundaan tersebut, bunga tetap akan terus berjalan sehingga beban keuangan tidak akan hilang dengan begitu saja.


