Tuesday, June 16, 2026
HomeTeknoTeknologi dan Budaya: Mitos yang Harus Dipecahkan

Teknologi dan Budaya: Mitos yang Harus Dipecahkan

Pada Osaka Expo 2025, Paviliun Indonesia menampilkan pertunjukan “JIWA (Journey Indonesia’s Wisdom & Arts)” yang dikurasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Pertunjukan ini menggambarkan perjalanan dari desa adat di Gunung Halimun-Salak Jawa Barat hingga panggung dunia di Osaka. Inspirasi untuk pertunjukan ini berasal dari Kasepuhan Gelar Alam, komunitas adat di Sukabumi, Jawa Barat, yang mempertahankan tradisi pertanian alami dan ritual adat mereka.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menjelaskan bahwa pemilihan Gelar Alam sebagai inspirasi pertunjukan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kawasan tersebut sebagai penghasil padi dan melengkapi program ketahanan pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Melalui program Internet Masuk Desa dan Digital Access Program, Kasepuhan Gelar Alam dapat terhubung dengan dunia luar, mengelola jaringan internet, memasarkan produk pertanian dan kerajinan secara daring, serta membuka sekolah internet untuk literasi digital warga.

Pertunjukan ini dipadukan dengan kolaborasi antara seniman lokal dan DJ Hendra, membawa pengalaman yang memadukan gerakan tradisional dan modern, musik daerah yang diaransemen ulang, serta visual digital yang memukau. Di Paviliun Indonesia, penonton pun turut serta menari dan merespon dengan antusias. Dengan demikian, Osaka Expo 2025 menjadi platform penting untuk Indonesia memperlihatkan bahwa mereka mampu menjaga nilai budaya sekaligus mengadopsi teknologi dengan bijak.

Menteri Meutya menegaskan bahwa budaya adalah jati diri Indonesia, sedangkan teknologi merupakan kendaraan yang dapat meningkatkan eksistensi bangsa di dunia internasional. Dengan demikian, melalui panggung dunia, Indonesia dapat bersuara dan memperkenalkan identitas unik mereka kepada dunia.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler