Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang merencanakan kesepakatan yang memungkinkan pemerintah AS mengakuisisi 10% saham Intel. Hal ini dikonfirmasi oleh Gedung Putih pada tanggal 19 Agustus 2025. Presiden Trump ingin memprioritaskan kebutuhan Amerika dalam hal keamanan nasional dan ekonomi, seperti yang diungkapkan oleh sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, kepada para wartawan.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, juga menyoroti potensi kesepakatan yang melibatkan pertukaran hibah pemerintah dengan saham Intel. Meskipun langkah ini dianggap tidak lazim, namun dianggap penting untuk membantu Intel bersaing dengan perusahaan chip AI lainnya yang tengah berkembang pesat. Lutnick menjelaskan bahwa pemegang saham diminta sebagai imbalan atas hibah yang telah disetujui sejak pemerintahan Biden.
Kesepakatan tersebut bertujuan untuk membantu Intel dalam membangun pusat manufaktur utama di Ohio, AS. Meskipun masih sebatas spekulasi hingga ada pengumuman resmi, Intel tetap menegaskan komitmennya untuk mendukung upaya Presiden Trump dalam memperkuat sektor manufaktur dan teknologi di AS.


