Pada Rabu, 20 Agustus 2025, negara-negara di seluruh dunia tengah berlomba-lomba untuk meningkatkan keamanan lalu lintas. Korea Selatan telah mengambil pendekatan yang unik dalam upaya mereka, yaitu dengan mengubah perilaku mengemudi menjadi semacam permainan. Inovasi ini, yang dilakukan oleh aplikasi navigasi populer Korea, Tmap, telah terbukti efektif dalam menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait privasi pengguna.
Tmap memiliki fitur “Driving Score” yang menghitung kualitas berkendara penggunanya berdasarkan data telemetri seperti akselerasi, pengereman, tikungan, dan kecepatan. Skor ini mencerminkan tingkat kelincahan dan ketenangan berkendara pengemudi, yang nantinya bisa ditukarkan dengan diskon asuransi atau hadiah lainnya. Menurut laporan yang merujuk pada data Tmap, program ini telah berhasil mencegah sekitar 31.366 kecelakaan antara tahun 2018 hingga 2020.
Inovasi ini kemudian diadopsi oleh sejumlah aplikasi lain di Korea, seperti Kakao Map dan Naver Map, serta layanan penyewaan mobil Socar. Melalui sistem serupa, pengemudi dapat memperoleh nilai publik yang memungkinkan mereka untuk membandingkan performa mereka dengan pengemudi lain secara langsung. Namun, meskipun sistem ini mendorong semangat bertanggung jawab dalam berkendara, hal ini juga membuka diskusi kritis terkait privasi pengguna.
Meskipun penggunaan insentif dalam meningkatkan kesadaran berkendara di Korea Selatan terbukti efektif, namun hal ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait pengumpulan dan publikasi data yang sensitif. Hal ini memicu pertanyaan terkait bagaimana data tersebut dapat dikumpulkan dan digunakan tanpa melanggar privasi individu. Oleh karena itu, penting untuk mengatur dengan tepat penggunaan skor berkendara ini agar tidak berpotensi menjadi alat pengawasan yang tidak diinginkan.


