Thursday, July 16, 2026
HomeTeknoPotensi Ancaman Deepfake pada Sri Mulyani: Guru Beban Negara

Potensi Ancaman Deepfake pada Sri Mulyani: Guru Beban Negara

Kejahilan teknologi kecerdasan buatan (AI) deepfake semakin marak, kali ini menimpa Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait ucapan guru sebagai beban negara. Sri Mulyani membantah kalimat tersebut yang telah viral di media sosial. Pernyataan yang dipelintir oleh teknologi AI berasal dari potongan tidak utuh dari pidatonya dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB pada 7 Agustus lalu. Sebelumnya, video di media sosial menampilkan Sri Mulyani dan viral. Dalam video tersebut, Sri Mulyani menyatakan bahwa guru adalah beban negara. Namun, banyak sentimen negatif dari masyarakat mengkritik pernyataan tersebut, mempertanyakan apakah gaji guru harus ditanggung oleh negara. Sementara itu, deepfake menggunakan AI untuk menciptakan video atau audio yang sepenuhnya baru dengan tujuan akhir untuk membuat informasi palsu yang seolah-olah benar. Istilah ini berasal dari algoritma pembelajaran mendalam yang memungkinkan mesin untuk mempelajari data besar dan membuat konten palsu. Deepfake sering dikaitkan dengan motif jahat, termasuk dalam menciptakan informasi yang salah dan menimbulkan kebingungan tentang hal-hal yang penting secara politik. Sri Mulyani mengklaim bahwa video yang tersebar adalah hasil dari deepfake dan tidak mewakili pidatonya dengan utuh. Bahaya dari deepfake telah menjadi perhatian karena teknologi ini dapat digunakan untuk tujuan manipulasi dan penipuan yang lebih luas. Oleh karena itu, perlu waspada dan cermat dalam menghadapi ancaman yang mungkin ditimbulkan oleh deepfake.

Source link

RELATED ARTICLES

Terpopuler