Prabowo Subianto, Presiden Indonesia, mengingatkan potensi besar sumber daya logam tanah jarang (Rare Earth Elements/REE) di Indonesia dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-1 Tahun Sidang 2025/2026. Menurut Prabowo, Indonesia memiliki semua logam tanah jarang yang ada di dunia, sumber daya ini sangat penting untuk teknologi tinggi dan pertahanan modern. Meskipun namanya mengandung kata “jarang”, logam tanah jarang sebenarnya melimpah di kerak bumi namun jarang ditemukan dalam konsentrasi yang cukup tinggi untuk ditambang secara ekonomis. Kelompok 17 unsur kimia ini, termasuk skandium dan itrium, memiliki sifat unik yang sangat berharga dalam aplikasi teknologi tinggi. Penggunaan logam tanah jarang mencakup berbagai sektor industri, mulai dari elektronik, energi terbarukan, hingga otomotif. Unsur-unsur ini digunakan dalam pembuatan smartphone, komputer, turbin angin, panel surya, baterai kendaraan listrik, dan magnet permanen untuk motor listrik. Dengan keberadaan sumber daya logam tanah jarang yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkannya dalam berbagai industri.


