Gempa berkekuatan M1,8 mengguncang wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Kamis (14/8). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyoroti Sesar Lembang yang aktif dan perlu diwaspadai. Menurut Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, aktivitas gempa tersebut merupakan bukti bahwa Sesar Lembang adalah jenis sesar aktif yang patut diwaspadai. Gempa tektonik melanda Pasirlangu dan Jambudipa, Cisarua, Bandung Barat pada Kamis (14/8) sore dengan intensitas II – III MMI. Episenter gempa berkekuatan M1,8 berada di darat dengan kedalaman hiposenter 19 kilometer. Daryono menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa kerak dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Lembang Segmen Cimeta. Meskipun hingga malam itu BMKG belum mencatat adanya gempa susulan atau laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut, perlu diingat bahwa Sesar Lembang sudah pernah menghasilkan gempa merusak pada tahun 2011. Gempa kuat dengan magnitudo M3,3 pada saat itu telah merusak 103 rumah di Kampung Muril Rahayu, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Artinya, penting untuk selalu waspada terhadap potensi gempa selanjutnya yang bisa terjadi akibat aktivitas Sesar Lembang.


