Thursday, July 16, 2026
HomeBeritaRokok Membunuh dalam Diam: Fakta YKI untuk HTTS 2025

Rokok Membunuh dalam Diam: Fakta YKI untuk HTTS 2025

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025: Program Kampanye “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!” oleh YKI dan POI untuk Kesehatan Keluarga

Jakarta, 31 Mei 2025 – Dalam merayakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bekerja sama dengan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) menggelar kampanye dengan tema “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!” di GBK, Jakarta. Kampanye tersebut mengajak masyarakat untuk menciptakan lingkungan bebas asap rokok demi melindungi kesehatan keluarga.

Pentingnya Kesadaran Terhadap Bahaya Merokok bagi Masyarakat dan Keluarga

Ketua Umum YKI, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, menggarisbawahi bahwa tujuan dari kampanye ini adalah untuk memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa dampak negatif tembakau, termasuk vape, tidak hanya dirasakan oleh perokok aktif, tetapi juga oleh perokok pasif dalam lingkungan rumah.

“Indonesia masih memiliki persentase perokok tertinggi kelima di dunia yakni 38,7% menurut World Population Review, April 2025. Ini alarm yang harus direspon serius,” ujar Prof. Aru.

Partisipasi Aktif Masyarakat dalam Sosialisasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025

Lebih dari 300 atlet dan warga turut serta dalam aksi sosialisasi yang diselenggarakan di GBK dan SPARK. Kampanye ini memberikan pesan penting mengenai risiko asap rokok terhadap kesehatan keluarga.

Ketua Panitia HTTS 2025 YKI, Murniati Widodo AS, menjelaskan bahwa perokok pasif, termasuk anak-anak, memiliki risiko tinggi terkena kanker paru dan penyakit kronis lainnya.

“Kami mengajak masyarakat untuk berhenti merokok dan menciptakan lingkungan sehat, karena satu orang merokok, satu rumah bisa sakit,” tegasnya.

Peran POI dalam Mengingatkan Bahaya Tembakau pada HTTS 2025

Ketua POI Pusat, Dr. dr. Cosphiadi Irawan, menekankan bahwa Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025 adalah momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya tembakau dan kesehatan.

“Tembakau merupakan faktor risiko utama berbagai jenis kanker. Setiap hisapan rokok membawa jauh dari hidup sehat, dan menghentikan kebiasaan merokok adalah investasi jangka panjang untuk masa depan,” kata Dr. Cosphiadi.

Dampak Buruk Tembakau pada Kesehatan Keluarga

Data dari Kementerian Kesehatan RI (Mei 2024) menunjukkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai 70 juta jiwa, dengan 7,4% di antaranya adalah anak-anak usia 10-18 tahun. Hal ini menjadi ancaman serius bagi generasi penerus.

Satu batang rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, termasuk 70 zat karsinogenik. Paparan asap rokok jangka panjang terbukti meningkatkan risiko kanker paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan kronis.

Berbagai Kegiatan Edukasi YKI & POI di Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025

Untuk mendukung kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025, YKI dan POI mengadakan berbagai kegiatan edukatif, termasuk:

Pemutaran video kampanye di beberapa lokasi strategis.

Pemasangan banner edukatif di kantor YKI.

Pemberian suvenir edukatif tentang bahaya merokok.

Sosialisasi di lokasi publik.

Melangkah Menuju Generasi Bebas Asap Rokok

Harapan YKI melalui kampanye ini adalah agar masyarakat dapat berhenti merokok, menyadari risiko tembakau, dan mengutamakan hidup sehat.

“Berhenti merokok dapat meningkatkan kualitas hidup, mengurangi risiko kanker, dan memperkuat kekebalan tubuh,” kata Murniati Widodo AS.

Sementara itu, POI juga mengajak untuk bekerjasama lintas sektor dalam melawan tembakau, mulai dari tenaga medis, masyarakat, hingga pihak kebijakan.

“Ayo bersatu melindungi masa depan bangsa dari ancaman tembakau,” pungkas Dr. Cosphiadi.

Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam Kurun Waktu 2025: Menyuarakan Kesadaran Kanker kepada Masyarakat

YKI adalah organisasi kesehatan yang berfokus pada pencegahan dan pendukung penanggulangan kanker. Dengan kolaborasi yang luas, YKI berperan dalam memperjuangkan deteksi dini dan pola hidup sehat.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: yayasankankerindonesia.org

Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dalam Melawan Kanker di Indonesia

POI yang didirikan pada 1987 berfokus pada pelayanan medis dan kebijakan dalam mengendalikan kanker di Indonesia.

Kesimpulan: Transformasi Melalui HTTS 2025

Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025 menjadi titik balik penting dalam kesadaran kolektif terhadap bahaya tembakau. Melalui upaya YKI dan POI, masyarakat diminta untuk berhenti merokok demi kesehatan bersama.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi

YAYASAN KANKER INDONESIA

Divisi Humas | Email: [email protected]

Sumber:

“Harmful Chemicals in Tobacco Products.” American Cancer Society. 19/11/2024.

Diakses pada 30/05/2025 dari https://www.cancer.org/cancer/risk-prevention/tobacco/carcinogens-found-in-tobacco-products.html

Sumber: Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025: YKI & POI Serukan Stop Merokok Lewat Kampanye “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!”
Sumber: Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2025: Yayasan Kanker Indonesia Dan Perhimpunan Onkologi Indonesia Gelar Kampanye “Yang Ngerokok Kamu, Yang Sakit Serumah!” Untuk Masa Depan Bebas Asap Rokok

RELATED ARTICLES

Terpopuler