ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperluas perannya dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Melalui penguatan layanan penyeberangan di wilayah yang belum tersentuh transportasi darat dan udara, ASDP hadir sebagai pemain strategis dalam menggerakkan logistik dan sektor pariwisata. Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa operasional penyeberangan di Cabang Sape, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi simpul penting dalam mobilitas antarwilayah, sekaligus menjawab tantangan geografis di kawasan timur.
Dalam keterangan tertulisnya, Shelvy menyatakan bahwa ASDP tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan transportasi laut, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan wilayah. Melalui Cabang Sape, ASDP mengoperasikan tiga lintasan strategis yang menghubungkan kebutuhan logistik, mobilitas masyarakat, dan pengembangan sektor pariwisata di wilayah timur Indonesia. Tiga lintasan utama yang dilayani oleh ASDP Cabang Sape meliputi rute Sape–Labuan Bajo sejauh 75 mil laut (dilayani KMP Cakalang dan KMP Cucut), Labuan Bajo–Waingapu sejauh 105 mil laut (oleh KMP Cucut), dan Labuan Bajo–Pulau Rinca sejauh 12 mil laut dengan KMP Komodo. Melalui ekspansi layanan penyeberangan di kawasan timur Indonesia, ASDP terus mendorong konektivitas dan pariwisata di wilayah tersebut.


